You are currently viewing Bagaimana Cara Menghitung Pajak Cryptocurrency atau Bitcoin?

Bagaimana Cara Menghitung Pajak Cryptocurrency atau Bitcoin?

Pada tanggal 31 Juli 2020 harga bitcoin berada di kisaran 173.607.690 rupiah,  sedangkan hari ini 30 Juli 2021, berada di kisaran 563.392.050 rupiah. Terdapat kenaikan harga sebesar 3x lipat apabila anda membeli tepat tahun lalu. Belum lagi apabila kita membicarakan Alt coins yang kenaikannya bisa sampai ratusan hingga ribuan persen.

Dalam beberapa kesempatan konsultasi perpajakan dengan klien, klien bertanya bagaimana perhitungan pajak cryptocurrency?

Sampai dengan saat ini belum ada peraturan khusus yang mengatur untuk aset kripto, sehingga di dalam pajak apabila suatu penghasilan tidak diatur khusus, maka digunakan peraturan umum untung menghitung pajaknya. Yaitu dalam hal ini kita mengacu ke Pasal 17 UU PPh sebesar 5-30% untuk wajib pajak orang pribadi dihitung dari keuntungan modal atau capital gain yang didapat.

Kita ambil contoh Irwan, belum bekerja dan berkeluarga (TK/0) membeli 1 bitcoin harga di 173.607.690 dan menjualnya di harga 563.392.050. Maka pajak yang perlu Irwan bayarkan:
Capital gain : 389.784.360
PTKP : 54.000.000
PKP : 335.784.360
PPh : 53.946.090

Dengan nilai pajak yang cukup tinggi, tentunya banyak holders ataupun miners enggan untuk mendeclare aset kripto yang mereka miliki. Sehingga adanya penerapan pajak khusus pada aset kripto seperti misalkan pada saham Tbk. sebesar 0.1% final akan membantu kedua belah pihak, baik pemilik aset dan negara.

Dikutip dari cnbcindonesia.com terdapat rencana besaran PPh untuk transaksi kripto sebesar 0.05% dan bersifat final. Semoga aturannya cepat disahkan agar holders dan miners tidak perlu khawatir lagi!

 

Penulis: Kenny Junius Wahyudi