Pada tanggal 25 Juni 2020, Direktorat Jenderal Pajak, Suryo Utomo menetapkan Per-12/PJ/2020 yang mengatur batas transaksi bagi pelaku transaksi bisnis dari luar negeri yang mendapatkan penghasilannya dari Indonesia.

Saat ini, sudah ada sekitar 14 pelaku usaha PMSE yang telah ditunjuk sebagai pemungut PPN di Indonesia, mereka adalah:

  1. Alibaba Cloud (Singapore) Pte. Ltd.
  2. Amazon Web Service Inc.
  3. Coda Payments Pte. Ltd.
  4. Github Inc.
  5. Google Asia Pacific Pte. Ltd.
  6. Google Ireland Ltd.
  7. Google LLC.
  8. Microsoft Corporation
  9. Microsoft Regional Sales Pte. Ltd.
  10. Netflix International B.V.
  11. Nexmo Inc.
  12. Spotify AB.
  13. UCWeb Singapore Pte. Ltd.
  14. To The New Pte. Ltd.

 

Namun, tidak hanya berhenti disini, di Pasal 4 Per-12 tahun 2020 dijelaskan lebih lanjut batas kriteria Wajib Pajak yang harus mendaftarkan diri sebagai pemungut PPN PMSE, mereka adalah pelaku usaha PMSE dengan:

a. Nilai transaksi dengan Pembeli di Indonesia melebihi Rp 600.000.000 dalam 1 tahun atau Rp 50.000.000 dalam 1 bulan; dan/atau

b. Jumlah traffic atau pengakses di Indonesia melebihi 12.000 dalam 1 tahun atau 1.000 dalam 1 bulan.

 

Penunjukan Pemungut PPN PMSE dapat dilakukan dengan cara:

Atas Pemungut PPN PMSE, diberikan nomor identitas perpajakan sebagai sarana administrasi perpajakan yang digunakan sebagai tanda pengenal diri bagi pemungut PPN PMSE dalam melaksanakan hak dan memenuhi kewajiban perpajakannya. Namun perlu diperhatikan meskipun nomor identitas yang diberikan oleh DJP menyerupai nomor NPWP, namun hal ini tidak membuat pelaku usaha PPN PMSE dapat dikategorikan sebagai WPDN, melainkan tetap sebagai WPLN dengan nomor identitas yang memiliki kewajiban pemungutan PPN.

 

Aspek pajak PPN PMSE:

 

Penulis : Kenny Junius Wahyudi